Blogger news

Cerpen Bahasa Indonesia

ADSENSE HERE!
Alifa Margareta. Aku adalah seorang gadis cantik, dengan hidung mancung dan bermata coklat sebagai penyempurna kecantikanku. Aku dibesarkan ditengah-tengah keluarga yang harmonis dan berkecukupan, aku merupakan anak tungggal. Karena keluarga juga, aku menjadi seorang yang berprestasi dari sekolah dasar. Sekarang akupun masih kelas 1 SMA. Intinya aku adalah gadis yang beruntung karna aku memiliki semua kesempurnaan itu.
Namun kehidupan yang sempurna itu tak berjalan selamanya. Kehancuran  berawal dari pertengkaran hebat antara mama dan papa ku di setiap suatu malam.
“Aku seperti ini karna kau dan Alifa. Dan sekarang kau tuduh aku berselingkuh? Dimana otakmu?”. Bentak papah. “Jadi siapa perempuan itu?? Apa itu yang namanya tidak berselingkuh?” Kata mamah. Plakkkk… Papa melakukannya tepat di depan mata kepalaku. Tangan itu yang biasanya melindungiku dan mama, kini malah menampar wajah mama. Aku hanya menangis. Dan terus menangis. Aku berusaha berteriak, namun suara ini tertahan untuk keluar. Berbulan-bulan aku hidup berdampingan dengan kejadian memilukan ini. Dan selama itu aku selalu berharap agar kejadian gila itu segera berakhir. Akhirnya kejadian itu berakhir dengan persidangan cerai. Aku benci ini. Bahkan sangat membencinya. Hilang sudah keluarga yang selalu aku banggakan selama ini. Setelah perpisahan itu, aku tinggal bersama mama. Dan kini aku harus pindah ke Jakarta karna disanalah calon suami mama berada.
Pagi itu aku terbangun dari tidurku, tanpa terasa sang fajar sudah mulai tinggi. Sekarang semuanya telah berubah dari diriku.  Dulu aku yg sering bangun pagi sebelum adzan subuh berkumandang. Kini aku bangun melebihi waktu subuh. Al-quran yang slama ini menjadi peganganku, sekarang tergantikan dengan browsing internet. Sebuah tasbih yang slalu menemaniku berdoa kini juga tergantikan dengan handphone. Hari-hariku berjalan dengan kesunyian, tak ada lagi gurauan antara mama dan papa, kini pagiku terasa hambar. Setiap pagi aku selalu sarapan dan berangkat sekolah sendiri. Terkadang ketika aku melihat temanku yang diantar oleh ayah ataupun ibunya, tak tertahan rasanya membendung air mata ini. Sungguh aku sangat merindukan kehidupan seperti mereka. Kebahagiaan yang kini tak dapat lagi kurasakan setelah perpisahan itu. Hal yang menjadi kebiasaanku di desa sudah mulai kulupakan. Di Jakarta aku bersekolah di SMAN 1 Taman. Di sini aku harus beradaptasi lagi dengan lingkungan maupun teman-teman baru. Aku ragu di sini bisa menemukan teman yang baik seperti ketika masih di Solo. Sejak hari pertama aku bersekolah, aku berkenalan dengan Fina. Ia adalah anak dari pemilik yayasan. Pada saat pulang sekolah, Fina mengajakku ke sebuah tempat yang sudah diberitahukan kepadaku.
            Hari sudah menjelang sore, aku pergi ke tempat janjianku bersama Fina. Sesampainya di sana tiba-tiba seseorang menepuk bahuku. Aku mencoba untuk mengingat ingat wajah seseorang itu dan tak asing lagi ternyata itu Fina. Aku mencium bau asap rokok yang mengepul di sekelilingku. “Hai” sapa Fina. Fina ternyata seorang yang suka mengonsumsi semacam minuman dan makanan haram. Saat aku mengobrol dengan Fina, ia menawariku sebuah obat berwarna kuning. Dia berkata kepadaku  “Obat itu akan membuatmu menjadi tenang” & “Agar kamu tidak stres dengan keadaanmu sekarang”. Masalah yang terjadi di keluargaku membuatku bingung dan frustasi. Fina lah yang slalu menemaniku jika aku sedang kesusahan. Kini akupun mulai mengonsumsi barang haram tersebut.
“Hai .. Alifia. Loe udah tau belum ?!” suara seorang gadis memakai rok pendek dan baju ketat tersebut menghampiriku dari belakang. “tau apaan ?” sahutku. “itu si Fina mati”. Dia ditemukan di kamar kostan dengan keadaan overdosis.” ucapnya. Dadaku terasa berdetak kencang, aku takut dan akupun berusaha menghindar dari gadis itu. Sepulang dari kuliah aku pergi kemakam dimana Fina di makamkan. “Fina knapa loe.. Kenapa loe mati dluan !! terus sekarang gue sama siapa !!” umpatan- kata kata kotor keluar dari mulutku begitu saja tidak ada hentinya. Aku menangis aku pulang ke rumah dan aku merenungkan apa yang terjadi.
Sesampainya dirumah, mama sudah menungguku dengan raut muka yang cemas sekaligus marah. Beliau bertanya kepadaku untuk membuka kamar. Tentu saja aku mengelak, namun mama tetap memaksa. Ternyata mama curiga ketika bersih-bersih di sekitar kamarku.. Setelah ku buka pintu kamar, botol alkohol yang kemarin malam ku gunakan untuk minum semalam belum sempat untuk ku buang. Aku tak bisa mengelak, akhirnya mamapun bertanya-tanya kepadaku. Setelah mengetahui hal itu mama lantas menyuruh aku untuk direhabilitasi, akupun terpaksa mengikuti kata mama karena aku diancam untuk pergi dari rumah apabila tidak mau menuruti nasehatnya. Apa boleh buat, Fina pun kini sudah tiada. Aku juga tak mau hidupku berakhir seperti Fina. Setelah program di sana selesai mamaku menganjurkan ku untuk ikut menjadi pengurus pondok bersama pamanku. Mulai saat itu aku tersadar bahwa narkoba hanya membuat orang mati sia-sia
ADSENSE HERE!

2 comments:

  1. Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
    hanya di D*EW*A*P*K / pin bb D87604A1
    dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
    dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)

    ReplyDelete
  2. ingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat ayo segera bergabung dengan kami di f4n5p0k3r
    Promo Fans**poker saat ini :
    - Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
    - Bonus Cashback 0.5% dibagikan Setiap Senin
    - Bonus Referal 20% Seumur Hidup dibagikan Setiap Kamis
    Ayo di tunggu apa lagi Segera bergabung ya, di tunggu lo ^.^

    ReplyDelete

Copyright © Useful Blog. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design