Kritik Seni merupakan
kegiatan menanggapi karya seni untuk menumbuhkan kelebihan dan kekurangan pada
suatu karya seni. Sedangkan, Apresiasi Seni merupakan kegiatan
penilaian terhadap suatu karya seni yang diawali dengan cara mengamati,
memahami, kemudian menghargai hasil karya seni tersebut.
Home » All posts
Pengertian dan Jenis Apresiasi Seni
Apresiasi seni merupakan suatu
penilaian terhadap suatu karya seni, baik mengenali, menilai, dan menghargai
bobot-bobot seni atau nilai-nilai seni yang terkandung dalam karya seni
tersebut.
Tujuan pokok dari kegiatan
apresiasi seni adalah menjadikan masyarakat agar tahu tentang apa,
bagaimana, dan apa maksud dan tujuan dari karya seni itu. Dengan kata lain
masyarakat dapat menanggapi, menghayati serta menilai suatu karya seni.
Ada 3 jenis sikap dari suatu
apresiasi seni, yaitu :
- Apresiasi empatik, yaitu sikap apresiasi yang
menilai suatu karya seni sebatas tangkapan indrawi.
- Apresiasi estetis, yaitu sikap apresiasi yang
menilai suatu karya seni dengan melibatkan pengamatan dan penghayatan yang
mendalam.
- Apresiasi kritik, yaitu sikap apresiasi karya
seni dengan mengklasifikasikan, mendeskripsikan, menjelaskan,
menganalisis, menafsirkan dan mengevaluasi, serta menyimpulkan hasil
pengamatannya. Sikap apresiasi ini dapat dilakukan secara langsung dengan
mengamati suatu benda seni.
Pengertian dan Macam Kritik Seni
Kritik seni merupakan kegiatan
menanggapi karya seni untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu karya
seni. Keterangan mengenai kelebihan dan kekurangan ini dipergunakan dalam
berbagai aspek, terutama sebagai bahan untuk menunjukkan kualitas dari sebuah
karya seni.
Kritik seni tidak hanya mengarah
pada karya seni semata, tetapi juga seorang kritikus seni dapat juga memberikan
kritikan mengenai tulisan tentang karya seni, serta dapat mempertimbangkan dan
membuat penilaian berdasarkan pada kriteria atau tolak ukur tertentu. Secara
umum kriteria itu terbagi 2, yaitu intrinsik dan ekstrinsik.
Pada kriteria intrinsik, yaitu
kriteria yang berhubungan dengan nilai estetik karya seni rupa, kriterianya
telah melekat pada intra-estetik yang terkandung di dalam karya seni.
Pada kriteria ekstrinsik atau ekstra-intrinsik, kritik ini mengacu pada
bidang kehidupan di luar seni, antara lain bidang agama, politik, bisnis,
etika, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.
Selain itu, kritik seni
memiliki perbedaan tujuan dan kualitas. Karena perbedaan tersebut,
maka kritik seni dapat dibedakan menjadi 4 jenis berdasarkan pendekatannya
yang disampaikan oleh Feldman, yaitu :
1.
Kritik kependidikan adalah
kegiatan kritik yang bertujuan mengangkat atau meningkatkan kepekaan artistik
serta estetika subjek belajar seni. Jenis kritik ini umumnya digunakan di
lembaga-lembaga pendidikan seni terutama untuk meningkatkan kualitas karya seni
yang dihasilkan peserta didiknya. Kritik jenis ini termasuk yang digunakan oleh
guru di sekolah umum dalam penyelenggaraan mata pelajaran pendidikan seni.
2.
Kritik keilmuan adalah jenis
kritik yang bersifat akademis dengan wawasan pengetahuan, kemampuan dan
kepekaan yang tinggi untuk menilai /menanggapi sebuah karya seni. Kritik jenis
ini umumnya disampaikan oleh seorang kritikus yang sudah teruji kepakarannya
dalam bidang seni, atau kegiatan kritik yang disampaikan mengikuti
kaidah-kaidah atau metodologi kritik secara akademis. Hasil tanggapan melalui
kritik keilmuan seringkali dijadikan referansi bagi para kolektor atau kurator
institusi seni seperti museum, galeri dan balai lelang.
3.
Kritik jurnalis adalah
jenis kritik seni yang hasil tanggapan atau penilaiannya disampaikan secara
terbuka kepada publik melalui media massa khususnya surat kabar. Kritk ini
hampir sama dengan kritik populer, tetapi ulasannya lebih dalam dan tajam.
Kritik jurnalistik sangat cepat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap
kualitas dari sebuah karya seni, terutama karena sifat dari media massa dalam
mengkomunikasikan hasil tanggapannya.
4.
Kritik populer adalah jenis
kritik seni yang ditujukan untuk konsumsi massa/umum. Tanggapan yang
disampaikan melalui kritik jenis ini biasanya bersifat umum saja dan lebih
kepada pengenalan atau publikasi sebuah karya. Dalam tulisan kritik populer,
umumnya dipergunakan gaya bahasa dan istilah-istilah sederhana yang mudah
dipahami oleh orang awam.
Teks Anekdot Layanan Sekolah
anekdot dalam layanan sekolah
KENYATAAN dalam FASILITAS Pada
suatu kelas di SMA Suka Maju
seorang guru sedang mengabsen anak anak muridnya sebelum memulai pembelajaran.
seorang guru sedang mengabsen anak anak muridnya sebelum memulai pembelajaran.
Bu
Guru : Budi ?
Budi : Hadir bu !
Bu Guru : Caca ?
Caca : Hadir ibu !
Budi : Hadir bu !
Bu Guru : Caca ?
Caca : Hadir ibu !
Bu
Guru : Joni ?
Murid-murid: Gak tau bu,masih
diluar kayaknya. (tiba-tiba Joni pun masuk ke kelas)
Bu
Guru : Joni
abis dari mana saja kamu?
Joni
: Maaf bu,tadi saya abis makan di warung depan sekolah
Bu
Guru : Ngapain
kamu kesana? kita kan sudah punya
kantin disebelah UKS
Joni :Itu kantin
bu? saya kira petakan bu,kecil banget! (para murid
langsung tertawa mendengar jawaban Joni)
Bu Guru
: Huss kamu ini masih mending ada kantin!
Joni
:Tapi benerkan bu?
Bu
Guru :Iya juga sih,rame banget lagi kayak pasar
Mendengar hal itu murid-murid pun hanya meng-iya kan dan bu guru pun kembali mengabsen dan kelas pun kembali normal.
Mendengar hal itu murid-murid pun hanya meng-iya kan dan bu guru pun kembali mengabsen dan kelas pun kembali normal.
Contoh Narrative Text II - The legend of Rainbow
A long time ago, there was a farmer. He had a small farm.
One day he found that a wall which he had built on previous days was getting knocked
down. The farmer did not know who or what made it. Because he felt tired of
this happening the farmer decided to catch who should be responsible.
One evening, while the farmer was in guard he heard
something strange near that wall, then he ran to find out who or what it was.
It was surprising him because there were three star maidens there. When they
saw the farmer was approaching, they tried to escape. Two of the star maidens
could run and escape but one of them was left behind.
The farmer then caught the star maiden. She was beautiful
and soon the farmer felt in love with her. Because he was afraid that the star
maiden would run away, the farmer hid her magical wings so she could not fly
anymore. the farmer and the star maiden got married.
Time went by they live together and got a beautiful baby
boy. They lived happily for a long time, until one day, the star maiden found
her magical wings near their house. She wore her wings back and flew with her
son next to her. The farmer was alone and heart broken.
The gods saw the tears of the farmer. They felt pity of him
so they decided to build a bridge of different colors for him to climb to the
sky and see his son and wife.
Contoh Teks Anekdot Layanan Publik
Paijo Dikerjai Polisi
Paijo yang sedang asik mengendarai sepeda
motor dihentikan pak polisi karena tidak menyalakan lampu depan pada malam
hari, kebetulan TKP nya di Jl. Jend. Sudirman.
Polisi : Priiitttt !! “selamat malam, coba
perlihatkan surat-surat kendaraan anda !!
Paijo : “Maaf pak, salah saya apa ya ?”
Polisi : “Anda tidak menyalakan lampu depan
pada malam hari !!”
Paijo : (berusaha ngeles kaya bajaj) “Bapak
ini gimana, liat dong sekeliling tempat ini dimana2 lampu terang benderang. Ini
kan jalan Sudirman pak, sana lampu sini lampu. Jadi buat apa saya nyalakan
lampu ?”
Polisi : (tidak bisa ngomong) tetapi lalu ia
berjongkok dan mencabut kedua pentil ban sepeda motor Paijo hingga kempes.
Paijo : “Wahh pak polisi ini kriminal ya,
kenapa ban saya dikempesin ? dua2 nya lagi !!”.
Polisi : “Siapa yang ngempesin ban ? saya
cuma ngeluarkan angin yang ada dalam ban saudara. Coba saudara rasakan malam
ini banyak sekali angin, disini angin disana angin. Jadi buat apa saudara
nyimpen angin dalam ban ??”
Paijo : (kena deh gw dikerjain pak Polisi)
Struktur
Anekdot Paijo Dikerjai Polisi :
1. Abstraksi : Paijo yang mengendarai motor dihentikan pak polisi
2. Orientasi : Paijo yang mengendarai motor dihentikan karena melakukan pelanggaran
3. Krisis : Anda tidak menyalakan lampu depan pada malam hari
4. Reaksi : Bapak ini gimana, liat dong sekeliling tempat ini dimana2 lampu terang benderang. Ini kan jalan Sudirman pak, sana lampu sini lampu. Jadi buat apa saya nyalakan lampu ?
5. Koda : tetapi lalu ia berjongkok dan mencabut kedua pentil ban sepeda motor Paijo hingga kempes
1. Abstraksi : Paijo yang mengendarai motor dihentikan pak polisi
2. Orientasi : Paijo yang mengendarai motor dihentikan karena melakukan pelanggaran
3. Krisis : Anda tidak menyalakan lampu depan pada malam hari
4. Reaksi : Bapak ini gimana, liat dong sekeliling tempat ini dimana2 lampu terang benderang. Ini kan jalan Sudirman pak, sana lampu sini lampu. Jadi buat apa saya nyalakan lampu ?
5. Koda : tetapi lalu ia berjongkok dan mencabut kedua pentil ban sepeda motor Paijo hingga kempes
Sinopsis Novel Cinta Brontosaurus
· Judul
Buku :
Cinta Brontosaurus
· Pengarang
: Raditya Dika
· Genre
:
Komedi, Percintaan
· Penerbit : Gagas Media
· Tahun
Terbit : 2006
· Tebal
Buku :
160 Halaman
Sinopsis Novel
Novel Cinta Brontosaurus ini menceritakan tentang kisah sehari-harinya seorang
penulis buku yang bernama Raditya Dika yang lahir pada tanggal 28 desember
1984, novel ini dimulai dengan kisah cinta Raditya Dika saat duduk di bangku
SD. Ketika duduk di bangku SD, Raditya Dika menyukai seorang anak perempuan di
kelasnya yang bernama Lia. Ia memutuskan menulis surat cinta pada gadis
pujaannya itu. Agar terlihat keren, ia berencana menulis surat tersebut dalam
bahasa Inggris. Ia bermaksud mengatakan "Aku memikirkanmu setiap
malam" dalam bahasa Inggris. Sial, ia hanya tahu bunyinya, tak tahu
bagaimana cara menulisnya.
"I thing of you every..." dengan sok tahu ia mulai menulis. Tapi
bagaimana menulis 'Night'? Untunglah pada saat itu ada tayangan Masked Rayder
Knight. Aha! Langsung ia berpikir pastilah itu cara menulis 'Night'. Tanpa
pikir panjang ia melanjutkan menulis "I thing of you every knight".
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat
ditolak. Ternyata Sang Pujaan Hati pernah tinggal di Amerika. Bukannya
menanggapi cinta Dika, dalam surat balasannya Lia malah mengkritik kata-kata
yang salah dalam surat cinta Dika. Jadilah surat Dika bagai karangan yang
sedang dikoreksi oleh guru bahasa Inggris. Lebih parah lagi karena ternyata Lia
sudah mempunyai pacar. Cinta pertama Dika pun berakhir tragis.
Cerita di atas hanya salah satu dari beberapa cerita dalam buku "Cinta
Brontosaurus". Dalam buku keduanya setelah "Kambing Jantan, Catatan
Harian Pelajar Bodoh" ini, Raditya Dika bercerita tentang pengalaman
hidupnya yang sebagian besar bertema cinta, dari kisah cintanya ketika SD
hingga kisah cinta antara kucing kampung dan kucing persia. Dengan menggunakan
sudut pandang orang pertama, buku ini menjadi menarik karena dibumbui dengan
pikiran-pikiran konyol Dika. Sifatnya yang humoris dan keahliannya mengolah
kata membuat Dika mampu mengemas cerita yang sebenarnya tragis menjadi kocak.
Jika kebanyakan orang berusaha melupakan dan menyembunyikan kejadian yang
memalukan, Dika malah dengan blak-blakan menceritakannya, mulai dari sarung
yang melorot, menghadapi anak yang super bandel di Australia, hingga adegan
film 'porno'. Tak hanya itu, Dika juga merelakan ke'abnormal'an para anggota
keluarganya diekspos.
Subscribe to:
Posts (Atom)Template Responsive Design

